Pada acara Gerakan Nasional 1000 Startup Digital tahap pada tanggal 22 April 2017 banyak sekali yang didapatkan dari acara tersebut. Merubah pola pikir merupakan fokus utama menurut saya yang diarahkan oleh panitia kepada para peserta Ignition 3 second wave dan itu terbukti dapat merubah pola pikir saya dan team saya, dari yang menurut saya aplikasi adalah hanya sebuah aplikasi tidak lebih, tapi didalam acacara tersebut pola pikir saya dirubah bahwa dari suatu aplikasi kita dapat membantu Indonesia kita untuk jauh lebih baik dan berkembang. Karena dengan sedikit gerakan yang dapat menyesaikan problem di Indonesia berarti kita mencintai tanah air kita Indonesia . Bung Yansen dan bu Lis Sutjati  anda merubah kami untuk siap membantu Indonesia lebih baik.


Pada sesi kedua terdiri dari beberapa orang yaitu Gaery  Co Founder Tiket.com dan Willix Hallim Chief Operation Officer Bukalapak.com dan beberapa startup fintech yang banyak bercerita tentang pengalaman mereka mendirikan dan membangun startup sampai saat ini. Dari banyak pemaparan beliau saya mendapatkan pengetahuan dan inspirasi pola cycle dunia startup  yang mulai growth dan harus bertahan dengan banyaknya persaingan  bahkan melahirkan turunan – turunan ide yang dapat menyokong perkembangan ide utama dalam startup tersebut, lebih tepatnya inovasi yang selalu berkelanjutan.

Tapi yang terpentingnya adalah bagaimana startup itu awal mulanya terbentuk, benar saja semua terbentuk dikarenakan banyaknya permasalahan yang terjadi di kehidupan kita  dan  harus dibantu atau diselesaikan. Namu startup sekarang tidak hanya dapat menyelesaikan permasahalan dalam keseharian kehidupan kita, seluruh startup itu dapat meraup keuntungan finansial yang lumayan besar dari menyelesaikan permasalahan itu. Bahkan sekarang startup merupakan sudah menjadi pangsa pasar digital yang sudah diperhitungkan di Indonesia.


Semua dari acara diatas memberikan motivasi yang luar biasa dalam perjalan hidup saya, bahwa tujuan awal adalah belajar membantu untuk menyelesaikan permasalah yang ada dikehidupan kita jangan bertujuan awal membuat solusi permasalahan hanya untuk  meraup keuntungan saja. Semua mengalir begitu saja, saat kamu membantu permasalahan pasti akan mendapatkan imbalan balik dari semua itu. 
Read More
Apa yang saya tuliskan memang apa yang saya alami, saya dilahirkan dan saya mempercayai apa yang disukai dan dicintai tidaklah datang dan didapatkan dengan mudah.

apakah saya mampu?
jawabanya saya mampu.

dalam agama saya, tuhan tidak akan memberikan sesuatu dengan berlebihan, jika masalah yang diberikan berarti kadarnya hambanya masih mampu. 

itulah jawaban penguat hati yang saya tuliskan di dalam hati.



Read More



Sebelum banyak yang di tulis, mungkin harus berkenalan. Ya nama saya Afrizal Samsul Hidayat akrab di panggil afrizal seorang yang di lahirkan dari pasangan seorang guru di lampung. Kehidupan orang tua berawal dari pangkat guru 3A bisa dikatakan dari keluarga sederhana. 

Bapak dan ibu merintis karir dari bawah , dari yang pulang ngajar ke sawah dan kebon. Namun semua saya syukuri atas proses yang diberikan, dari hal - hal seperti itu saya mengerti betapa susahnya mencari uang untuk menata kehidupan.

Ya mungkin itu hanya sepengal kisah yang bakal di perjelas lagi nanti. Besar dari kepala yang suka berdiskusi tentang berita setiap kali nonton televisi. Bapak merupakan sosok yang mengajarkan banyak tentang politik, ekonomi dan negara ini.  

Kadang jiwa saya ini penuh dengan pandangan politik dan ekonomi tapi saya sendiri sekarang kuliah di jurusan IT. Lucu ya, begitulah kuliah di telkom merupakan kemauan orang tua saya setelah saya mengecewakan tidak masuk di bidang kesehatan.

Ya dibagian ini mungkin hanya ini yang bisa dituliskan saya belajar menuliskan semua karena suatu saat raga saya akan berhenti bergerak.


Read More